Pages

Tuesday, October 19, 2010

E-LEARNING AND E-BUSINESS

Pada era komputer ini, teknologi terus berkembang semakin maju dan semakin praktis. Hampir semua aktivitas manusia dipengaruhi oleh kecanggihan dari teknologi itu sendiri. Zaman sekarang manusia dapat mencari informasi bukan dari mulut ke mulut saja, informasi dapat diakses melalui media (cetak maupun elektronik). Media-media tersebut sudah menjadi kebutuhan manusia. Internet juga merupakan sumber utama dalam mencari informasi. Lewat internet kita dapat mengakses segala macam informasi yang diinginkan, kita juga dapat meng-upload informasi yang ingin kita bagikan ke orang lain. Banyak orang yang memanfaatkan internet ini dalam berbisnis (E-BUSINESS) dan belajar (E-LEARNING).





1. E-BUSINESS

E-Business merupakan bisnis elektronik dimana mengantarkan binis ke dalam dunia internet. Tidak hanya pembelian dan penjualan, tetapi juga melayani konsumen dan bekerja sama dengan partner bisnis.
Bagaimana orang dapat berbisnis lewat internet? Internet adalah jaringan yang dapat menghubungkan seluruh dunia. Sangat menguntungkan jika berbisnis melalui internet, karena tujuan dari bisnis adalah mencari profit. Bagaimana profit ini bisa di dapat? Jawabannya tentulah mencari konsumen sebanyak mungkin. Didukung oleh teknologi yang telah berkembang serta adanya jaringan internet hal ini membuat para Business Man membuat strategi pasar baru melalui internet. Internet bisa menjangkau seluruh dunia, dan semua orang di dunia dapat mengaksesnya dengan mudah. Peluang pasar tidak hanya dari daerah sekitar tapi juga bisa menjangkau seluruh dunia. Inilah yang menyebabkan E-Business menjamur di masyarakat.

E-Business adalah 95% business and 5% technology. Dari kalimat tersebut dapat kita ketahui bahwa, para Business Man menawarkan potensi bisnis kepada masyarakat, bukan menawarkan kecanggihan teknologi yang dipakai oleh perusahaannya. esuksesan e-business sangat ditentukan oleh komitmen perusahaan terhadap peran dan tanggung jawab kepemimpinan dalam e-business, peran functional team, dan struktur manajemen sehingga top manajemen perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang perubahan teknologi yang cepat, dan mengkomunikasikan nilai e-business ke seluruh organisasi.

Definisi E-Business oleh para pakar:
  • E-business adalah praktek pelaksanaan dan pengelolaan proses bisnis utama seperti perancangan produk, pengelolaan pasokan bahan baku, manufaktur, penjualan, pemenuhan pesanan, dan penyediaan servis melalui penggunaan teknologi komunikasi, komputer, dan data yang telah terkomputerisasi. (Steven Alter. Information System: Foundation of E-Business. Prentice Hall. 2002)

  • E-business meliputi semua hal yang harus dilakukan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) untuk melakukan kegiatan bisnis antar organisasi maupun dari organisasi ke konsumen. (Sid L. Huff, dkk. 2000. Cases in Electronic Commerce. McGraw-Hill)

Tujuan implementasi e-Business adalah untuk mendukung efisiensi dan integritas pengelolaan data Sumber Daya Manusia, Keuangan, Supply Chain Management / Logistic Management. Selain itu juga berfungsi sebagai sarana komunikasi & informasi bagi publik dan stakeholder lainnya. Dengan berbasiskan internet, sistem ini dapat diakses dimana saja sesuai dengan hak akses yang telah ditentukan.

Manfaat implementasi e-Business adalah :

• Meningkatkan kinerja operasional perusahaan,
• Meningkatkan peluang akses ke pasar, pemasok, dan pendanaan yang sangat
   Luas

• Meningkatkan efisiensi perusahaan,
• Mempermudah pengelolaan aset perusahaan
• Meningkatkan kualitas layanan terhadap pelanggan,
• Meningkatkan komunikasi seluruh stakeholder,
• Mengatasi kesenjangan digital,
• Media mempromosikan kompetensi perusahaan,
• Memperlancar kegiatan ekonomi,
• Memperlancar transaksi bisnis,
• Sarana penyebaran informasi secara luas,


Manfaat E-Business:

 

Bagi Perusahaan
• Memperluas pasar hingga mencakup pasar nasional dan pasar global, sehingga perusahaan bisa menjangkau lebih banyak pelanggan, memilih pemasok terbaik, dan menjalin relasi dengan mitra bisnis yang dinilai paling cocok.
• Menekan biaya menyusun, memproses, mendistribusikan, menyimpan, dan mengakses informasi berbasis kertas (paperbased information).
• Memungkinkan perusahaan mewujudkan bisnis yang sangat terspesialisasi.
Contohnya: www.dogtoys.com, www.cattoys.com, dan www.pawprintbooks.com
• Menekan biaya persediaan dan overhead dengan cara memfasilitasi manajemen rantai nilai bertipe “pull”, yang prosesnya berawal dari pesanan pelanggan dan menggunakan pemanufakturan just-intime (JIT).
• Memungkinkan perusahaan untuk menerapkan mass customization terhadap produk dan jasanya. 
• Menekan waktu antara pembayaran dan penerimaan produk/jasa.
• Meningkatkan produktivitas karyawan melalui rekayasa ulang proses bisnis.
• Menekan biaya telekomunikasi.
• Manfaat-manfaat lainnya, seperti citra yang lebih baik, layanan pelanggan yang lebih bagus, proses yang lebih sederhana, mitra bisnis yang baru, waktu siklus dan pengiriman yang lebih singkat, akses terhadap informasi yang lebih luas, biaya transportasi yang lebih murah, dan fleksibilitas yang lebih tinggi.
• Fenomena jejaring (internetworking) memaksa perusahaan untuk bekerja sama dengan berbagai mitra bisnis untuk dapat menawarkan produk atau jasa secara kompetitif, sehingga kontrol kualitas, harga, dan kecepatan penciptaan sebuah roduk atau jasa kerap sangat ditentukan oleh faktorfaktor luar yang tidak berada di dalam kontrol perusahaan

Bagi Customer
• Memungkinkan konsumen berbelanja atau melakukan transaksi lainnya setiap saat (24 jam sehari) dan dari hampir semua lokasi.
• Memberikan pilihan produk dan pemasok yang lebih banyak kepada pelanggan.
• Memungkinkan konsumen dalam mendapatkan produk dan jasa yang lebih murah, karena konsumen bias berbelanja di banyak tempat dan melakukan perbandingan secara cepat.
• Dalam beberapa kasus, terutama produk yang terdigitalisasi, e-business memungkinkan pengiriman produk secara cepat dan real-time.
• Memungkinkan pelanggan untuk berpartisipasi dalam lelang virtual.
• Memungkinkan pelanggan berinteraksi dengan pelanggan lainnya dalam electronic communities dan saling bertukar gagasan serta pengalaman.
• Memfasilitasi kompetisi yang mengarah pada diskon substansial bagi pelanggan.

Bagi Masyarakat Luas
• Memungkinkan lebih banyak orang bekerja di rumah dan lebih jarang bepergian untuk berbelanja, sehingga kemacetan dan polusi udara bisa berkurang.
• Memungkinkan beberapa jenis barang dijual dengan harga murah, sehingga bias terjangkau oleh orang yang kurang mampu.
• Memungkinkan masyarakat di negara berkembang dan kawasan pedalaman menikmati produk dan jasa yang relatif langka di tempat tinggalnya, termasuk di dalamnya belajar jarak jauh lewat euniversity. 
• Memfasilitasi penyampaian jasa publik, seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, dan distribusi layanan social pemerintah secara lebih murah dan/atau berkualitas.

Macam-macam aplikasi yang memakai E-Business:
·         E-Shop
·         E-Commerce
·         E-Mall
·         Virtual Communities

Contoh E-BUSINESS:


2. E-LEARNING

Belajar dapat dilakukan dimana saja, kapan saja dan melalui apa saja, tidak terkecuali melalui internet. Belajar tidak terbatas hanya pada buku, melalui internet kita dapat membebaskan pembelajaran kita. Tidak ada batasan untuk belajar. Teknologi dikembangkan sesuai kebutuhan zaman. Zaman sekarang orang pasti mempunyai kesibukan masing-masing, tidak lagi diam di rumah dan hanya menunggu pagi menjadi sore. Dunia telah menjadi semakin sibuk. Oleh karena hal itu E-Leaning ini diciptakan. E-Learning memudahkan bagi para kaum yang membutuhkan pembelajaran tidak langsung (face to face).

E-learning merupakan bentuk pembelajaran/pelatihan jarak jauh yang memanfaatkan teknologi telekomunikasi dan informasi dan partisipan dapat belajar setiap saat dan setiap tempat di seluruh dunia. Peserta bisa belajar tanpa hambatan geografis atau penjadwalan. Ini adalah proses belajar yang bergantung pada internet untuk mengakses materi pembelajaran dan berinteraksi dengan para ahli dan sesama peserta didik.

Definisi E-Learning (pakar) :

·         Thomson, Ganxglass, dan Simon (dalam Siahaan, 2004) bahwa e-learning merupakan suatu pengalaman belajar yang disampaikan melalui teknologi elektronika. Secara utuh e-learning (pembelajaran elektronik) dapat didefenisikan sebagai upaya menghubungkan pembelajar (peserta didik)  dengan sumber belajarnya (database, pakar/instruktur, perpustakaan) yang secara fisik terpisah atau bahkan berjauhan namun dapat saling berkomunikasi, berinteraksi atau berkolaborasi secara (secara langsung/synchronous dan secara tidak langsung/asynchronous)

Pembelajaran elektronik (e-learning) telah dimulai pada tahun 1970-an. Terdapat 3 (tiga) hal penting sebagai persyaratan kegiatan belajar elektronik (e-learning), yaitu :
a.      kegiatan pembelajaran dilakukan melalui pemanfaatan jaringan (misalnya penggunaan internet)
b.      tersedianya dukungan layanan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh peserta didik, misalnya CD-Room, atau bahan cetak
c.       tersedianya dukungan layanan tutor yang dapat membantu peserta didik apabila mengalami kesulitan.
d.       lembaga yang menyelenggarakan/ mengelola kegiatan e-learning
e.       mekanisme umpan balik yang dikembangkan oleh lembaga penyelenggara.             

Ada beberapa pertimbangan untuk menggunakan e-learning dewasa ini, antara lain :
a.      harga perangkat komputer semakin lama semakin terjangkau (tidak lagi diperlakukan sebagai barang mewah).
b.      Peningkatan kemampuan perangkat komputer dalam mengolah data lebih cepat dan kapasitas penyimpanan data semakin besar
c.       Memperluas akses atau jaringan komunikasid. Memperpendek jarak dan mempermudah komunikasi.
d.       Mempermudah pencarian atau penelusuran informasi melalui internet. 

Manfaat E-learning Bagi Pembelajaran

Lebih mudah mendapatkan materi atau info
Jika kita menggunakan sistem pembelajaran berbasis e-learning, kita akan lebih mudah untuk mencari dan mendapatkan materi atau info. Tinggal ketik apa yang kita cari, tunggu sebentar, kita langsung dapat materinya.

Bisa mendapatkan materi yang lebih banyak
Kita bisa mendapatkan banyak sekali materi, tidak hanya dari dalam negeri, bahkan kita bisa mencari materi yang berasal dari luar negeri yang tentunya akan menambah wawasan bagi kita dan juga bisa untuk meningkatkan hasil belajar kita.

Pembelajaran lebih efektif dan efisien waktu dan tenaga
Jika ada tugas, kita bisa mencari bahan yang kita butuhkan dengan cepat. Tidak harus ke sana ke mari untuk mendapatkan bahan yang kita butuhkan. Tinggal duduk di depan komputer atau laptop, lalu cari yang kita butuhkan. Setelah itu, susun tugasnya dan selesai.

Dapat berinteraksi langsung dengan siapapun
Seorang mahasiswa bisa saja bertanya pada temannya materi apa yang diajarkan hari ini atau tugas apa yang diberikan, jika hari itu dia tidak bisa berangkat karena suatu alasan. Dia juga bisa bertanya langsung pada dosennya apa materi yang diajarkan tadi atau tugas apa yang diberikannya. Dalam berinteraksi, dia bisa menggunakan media tulisan. Dia mengetik apa yang akan dibicarakan atau ditanyakan kemudian dikirim ke alamat yang dituju. Dia juga bisa berinteraksi langsung, bisa bertatap muka dan berbicara langsung dengan orang yang diajak bicara. Karena kemajuan teknologi, sekarang hal itu bisa terjadi dengan alat yang bernama webcam.
Bisa tahu materi atau tugas lebih awal
Mahasiswa bisa melihat jadwal atau tugas yang diberikan oleh dosennya yang sudah di upload. Jadi, mahasiswa sudah tahu apa yang akan dilakukan hari ini dan dapat mempersiapkannya lebih awal.

Disamping bermanfaat, E-Learning juga terdapat beberapa kendala:
1.    Akan mengalami kesulitan dalam mengatur partisipan dalam E-Learning. Selama kelas berlangsung, hal ini terjadi karena pengajar tidak mengetahui keadaan partisipan disana, apakah menyimak atau tidak, dan tidak mengetahui secara langsung bagaimana partisipan tersebut dalam kelas.
2.   Tidak mengetahui perkembangan partisipan secar langsung, dan tidak dapat mengetahui apakah pengajar sukses dalam mengajarkan materi.

E-Learning lebih kepada pembelajaran mandiri yang mengandalkan ketekunan dan niat orang tersebut dalam belajar. Karena E-Learning ini sifatnya tidak seperti tempat pembelajaran nyata seperti sekolah dan universitas. E-Learning tidak ada petugas yang bertugas untuk mengawasi anda dalam memperhatikan materi, mengerjakan tugas dan lain sebagainya layaknya sekolah biasa yang ada guru atau dosen yang dating ke tempat untuk memberi materi secara langsung dan dapat meng-handle partisipan secara langsung.

Contoh dari E-Learning:





No comments:

Post a Comment

Please write ur comment if u think it's needed