Wednesday, January 6, 2010
Who am i?
Siapa gue? Ada yang tahu? Gue adalah putri pertama anak kedua dari sebuah keluarga. Keluarga gue sekarang hancur... Tidak ada lagi arti keluarga di tengah-tengah keributan ini. Mami telah pergi meninggalkan aku dan harta satu-satunya yang terakhir yaitu anak terakhirnya, Selina. Dia adalah putri ketiga anak keempat dan terakhir dari mamiku. Aku tahu mami meninggalkan kami semua demi menyelamatkan sang buah hati yang terakhirnya. Dan mulai dari hari itu hidupku mulai hancur. Aku memang baru kelas 4 SD, tapi aku telah mengalami penderitaan cukup hebat dalam hidupku. Keluargaku mendidikku sangat keras, mereka tidak segan-segan untuk melempar tangan mereka ke semua bagian tubuhku. Bisa kau bayangkan anak SD akan dipukul oleh kakak kandungnya dengan wajan/ kuali panas ke tubuhku. Aku ditendang, dipukul. Sangat menyedihkan. Sekolahku hancur ketika mami meninggalkanku, tidak ada lagi yang mengurusku. Aku mencuri, berfoya-foya. Sangat menyedihkan. Aku, seorang murid yang berprestasi menjadi murid terbodoh yang ada di kelasku saat itu. Tidak pernah membuka buku, hanya bergaul dengan teman dan tetanggaku. Jalan-jalan, membereskan buku pagi-pagi saat ingin berangkat sekolah. Aku terlalu bebas, tidak ada lagi yang mengatur hidupku. Mereka sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Sehancur apapun diriku saat itu, aku masih menjaga adikku dengan baik. Adik bungsuku dititipkan pada orang tua angkat smapai ia berumur 1 tahun. Sangat tragis, balita umur dibawah 2 tahuhn sudah mengeluarkan air mata yang bercucuran karena dipukul oleh papi. Papi yang aku kenal sangat sabar sebelum mami pergi, sekarang menjadi sangat emosi, ringan tangan, padahal sebelumnya ia yang membelaku jika aku sedang dipukul. Semua kondisi berubah, semua menjadi hancur. Pada saat akhir kelas 1 SMP, aku diperkenalkan kepada seorang wanita kenalan papi. Kau tahu aku sangat kaget ketika pertemuan yang kesekian kalinya dengan wanita itu papi memintaku untuk memanggilnya mami. Tak kuasa aku menahan gejolak, papi ingin menikah lagi? Di lubuk hatiku yang paling dalam aku takkan pernah setuju dengan keadaan ini. Tidak ada yang bisa menggantikkan posisi mami di hatiku.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment
Please write ur comment if u think it's needed